• Sintren salah satu Kesenian Khas dari Kabupaten Kuningan
  • Alun-Alun Kota Kuningan sering di sebut Tamkot atau Taman Kota merupakan area Taman untuk tempat bermain bagi masyarakat Kuningan
  • Merupakan salah satu gunung tertinggi di pulau Jawa dan termasuk ciri Kota Kuningan
  • Merupakan salah satu Destinasi Wisata di Kota Kuningan yang sudah melegenda
Kamis, 03 Juli 2014

Rekreasi

MENIKMATI PESONA KOTA KEMBANG DARI ATAS AWAN


Mau melepas penat lepas beraktivitas seminggu penuh? Tidak harus selalu merogoh kocek dalam-dalam untuk pelesir ke luar kota hanya untuk menikmati terpaan angin laut berteman merdunya deburan ombak. Cobalah untuk mengekplorasi hingga ke sudut kota guna menelisik lokasi-lokasi wisata yang sejatinya sudah lama hadir namun baru Anda temui. Di sana, Anda tidak perlu menghabiskan waktu berlama-lama sehingga tidak mengganggu aktivitas harian. Cukup menikmati akhir minggu bersama orang-orang terkasih.
Salah satu objek wisata yang bisa Anda kunjungi saat berada di Kota Kembang adalah Masjid Raya Bandung. Tidak hanya menjadi rumah ibadah, di Masjid yang berdiri di alun-alun kota Bandung ini pengunjung juga dapat naik langsung ke atas menara setinggi 21 lantai untuk menikmati panorama kota Bandung. Yap, Anda dapat memanjakan mata dengan menyaksikan indahnya Parijs van Java dari ketinggian 99 meter dengan imbuhan sejuknya udara khas Bandung.

Masjid yang dulunya bernama Masjid Agung Bandung ini dibangun dengan mengadopsi konsep desain bangunan panggung tradisional dengan tiang kayu, anyaman bamboo sebagai dindingnya, beratapkan rumbia dengan kolam besar sebagai tempat berwudhu. Seperti dikutip dari laman resmi pariwisata Bandung, sejak pertama kali didirikan pada 1810 hingga sekarang Masjid ini telah mengalami 8 kali perombakan di abad 19 dan 5 kali di abad 20. Di 1930, dibangunlah dua buah menara yang hingga kini bisa dinaiki pengunjung mulai pukul 09.00 dan tutup jam 17.00.

Lepas membayar sebesar Rp. 3000 untuk orang dewasa, wisatawan akan diantar menuju puncak menara dengan menggunakan sebuah lift. Anda cukup masuk dan berdiri ke dalam lift, biarkan si petugas yang mengoperasikan lift tersebut hingga ke lantai 19. Tujuannya tentu saja selain membuat pengunjung nyaman, juga untuk menjaga kemananan setiap pengguna lift.

Nah, begitu tiba di atas Anda bisa langsung melihat panorama kota Bandung 360 derajat. Usah risau diterpa kencangnya angin. Di ruang tersebut dijaga oleh jendela kaca di sekelilingnya. Sehingga membuat pengunjung kian nyaman. Sekarang, saatnya menikmati indahnya kota mode ini dari sudut pandang yang berbeda.. Dari balik awan..



Sumber : palingindonesia


KEINDAHAN TAK BERUJUNG DI UJUNG KULON


Badak. Kata pertama yang sering orang-orang sebut begitu mendengar kata Ujung Kulon. Taman Nasional Ujung Kulon memang terkenal sebagai tempat hidupnya Badak Bercula Satu. Namun, dibalik itu, ada sejumlah mutiara keindahan yang berujung di Ujung Kulon.

Gelar Taman Nasional dianugerahi ke Ujung Kulon pada 1992 sebagai salah satu warisan dunia atau World Heritage. Menariknya, anugerah ini langsung diberikan oleh badan PBB yaitu UNESCO. Tak salah, Taman Nasional Ujung Kulon merupakan keindahan alam Indonesia di ujung barat Pulau Jawa.

Siapa pun dapat menjadi petualang di Ujung Kulon. Tempat ini menyajikan segalanya mulai dari alam liar hingga bawah laut. Apalagi, keindahan Ujung Kulon semakin lengkap dengan satwa-satwa yang hidup bebas di alam liar. Tak ada yang lebih menarik dari eksplorasi hutan di Taman Nasional Ujung Kulon ini.

Segala keindahan pun tampak berkumpul di Ujung Kulon. Pulau Peucang, Tanjung Layar, Karang Copong, Cidaon, Cikuya, dan spot indah lainnya menjadi kesatuan bentuk keindahan yang tak ada duanya. Pasir putih segera melambai begitu sampai ke Pulau Peucang yang memang spot terbaik untuk sekedar berkontemplasi atau berburu jepretan kamera.


Tak hanya pasir putihnya yang menenangkan, Pulau Peucang juga menawarkan senja terbaik dari Karang Copong. Dari sini, Anda bisa melihat batu karang yang nampak kokoh di tengah lautan. Uniknya, batu karang yang ada di tengah laut itu terdapat lubang atau bolong sehingga warga setempat biasa menyebutnya dengan nama Karang Kopong atau Copong.

Petualangan Anda akan semakin sempurna karena tidak ada warung yang menjajakan makanan, bahkan minuman untuk melepas kelelahan. Untuk berpetualang di sini, Anda memang memerlukan segala persiapan matang yaitu membawa bekal dalam ransel sendiri. Di sini, Anda akan merasakan bagaimana kehidupan tanpa listrik, tanpa sinyal-sinyal telepon genggam. Di sini, Anda bisa menjadi diri sendiri dalam luasnya hutan belantara.

Anda juga bisa menikmati bagaimana satwa liar bergerombol bersama seperti Banteng dan Merak di Cidaon. Pohon-pohon besar, suara burung yang menggema seakan menjadikan Anda sekelompok kecil yang sedang bertahan hidup di belantara. Segala keindahan memang berujung di Ujung Kulon, tempatnya badak berhabitat dan rasa kagum yang tak ingin mengajak untuk pulang.


Sumber : palingindonesia
Jika berkenan, mohon bantuannya untuk memberi vote Google + untuk halaman ini dengan cara mengklik tombol G+ di samping. Jika akun Google anda sedang login, hanya dengan sekali klik voting sudah selesai. Terima kasih atas bantuannya.
Judul: Rekreasi; Ditulis oleh Unknown; Rating Blog: 5 dari 5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar